RSS

SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI (SBDT)

NAMA : IKA NUR DIANTIKA
NIM : E3110358
GOL : B

MATA KULIAH : SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI
1. Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan jaringan komputer?
2. Bagaimana konsep database terdistribusi?
3. Apa pengertian dari :
a. Distributed Database?
b. Database Management System Terdistribusi?
4. Berikan contoh penerapan database terdistribusi di lingkungan sekitar anda?
5. Jelaskan keuntungan dan kerugian dalam menggunakan DBMS?
Jawaban :
1. Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.

2. Basis Data Terdistribusi adalah kumpulan data logic yang saling berhubungan secara fisik terdistribusi dalam jaringan komputer, yang tidak tergantung dari program aplikasi sekarang maupun masa yang akan datang. File merupakan kumpulan data yang dirancang untuk suatu aplikasi atau sekumpulan aplikasi yang dekat hubungannya. Contoh : Misalnya sebuah bank yang memiliki banyak cabang, bahkan di sebuah kota bisa terdiri dari beberapa cabang/kantor.
3. A. Distributed Database adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Databaseini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database,serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
B. Database Management System Terdistribusi adalah merupakan system software yang dapat memelihara DDBS dan transparan ke user atau program pengelolaan database yang mampu melakukan pengaksesan pada beberapa database sekaligus dan bukan merupakan kumpulan dari file yang dapat disimpan tersendiri disetiap node dari jaringan computer.
4. Contoh Pembelajaran yang diajarkan dan diterapkan oleh beberapa dosen yang ada di POLITEKNIK NEGERI JEMBER. Dalam hal pembelajaran secara online untuk mata kuliah dosen tersebut. Pembelajaran yang diterapkan Oleh Dosen Denny Trias, Dosen Nugroho.
5. Keuntungan dan Kerugian DBMS
1. Mengurangi pengulangan data
Apabila dibandingkan dengan file-file komputer yang disimpan terpisah di setiap aplikasi komputer, DBMS mengurangn jumlah total file dengan menghapus data yang terduplikasi di berbagai file. Data terduplikasi selebihnya dapat ditempatkan dalam satu file.
2. Mencapai independensi data
Spesifikasi data disimpan dalam skema pada tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa memengaruhi program yang mengakses data.
3. Mengintegrasikan data beberapa file
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaftan logis, maka organisasi fisik bukan merupakan kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna, dan program aplikasi tidak hares tercermin pada media penyimpanan fisik.
4. Mengambil data dan informasi dengan cepat
Hubungan-hubungan logis, bahasa manipulasi data, serta bahasa query memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
5. Meningkatkan keamanan
DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sand (password), direktori pemakai, dan bahasa sand (encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman.

Kerugian DBMS
1. Memperoleh perangkat lunak yang mahal
DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun harga DBMS berbasis komputer mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi kecil.
2. Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan clan memori lebih besar daripada program aplikasi lain.
3. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh para pengelola basisdata (DBA).Baik basis data terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat untukmemecahkan masalah. Namun, keduanya memberikan dasar-dasar menggunakan komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pengguna.

Sumber :
http://fadel05.tripod.com/network/jaringan.html
http://bahriqu.wordpress.com/2012/01/10/keuntungan-dan-kerugian-dbms/

 

Tag: , , , ,

PENGINDERAAN JAUH / REMOTE SENSING

C. PENGINDERAAN JAUH / REMOTE SENSING


1. Istilah penginderaan jauh
Istilah penginderaan jauh merupakan terjemahan dari remote sensing yang telah dikenal di Amerika Serikat sekitar akhir tahun 1950-an. Menurut Manual of Remote Sensing (American Society of Photogrammetry 1983 dalam Jaya 2009), penginderaan jauh didefinisikan sebagai ilmu dan seni pengukuran untuk mendapatkan informasi suatu objek atau fenomena menggunakan suatu alat perekaman dari kejauahan tanpa melakukan kontak fisik dengan ojek atau fenomena yang diukur/diamati. Pada saat ini, penginderaan jauh tidak hanya mencakup kegiatan pengumpulan data mentah, tetapi juga mencakup pengolahan data secara komputerisasi dan interpretasi (manual), analisis citra, dan penyajian data yang diperoleh. Kegiatan penginderaan dibatasi pada penggunaan energi elektromagnetik.
Berdasarkan sifat sumber energi elektromagnetik yang digunakan, penginderaan jauh dibedakan atas penginderaan jauh pasif (passive remote sensing) dan penginderaan jauh aktif (active remote sensing). Penginderaan jauh pasif didefinisikan sebagai suatu sistem yang menggunakan energi yang telah ada seperti reflektansi energi matahari dan/atau radiasi dari objek secara langsung. Beberapa sensor yang menggunakan sistem ini adalah MSS, TM, ETM+, NOAA, AVHRR, MOS-1, MESSR, IRS, dan potret udara. Sedangkan penginderaan jauh aktif didefinisikan sebagai suatu sistem yang menggunakan sumber energi buatan seperti gelombang/microwave. Beberapa sensor yang menggunakan sistem ini adalah RADAR, RADARSAT, ERS-1, JERS-1, SLAR, dsb (Jaya 2009).
Kualitas data yang diperoleh dipengaruhi oleh komponen yang terlibat secara langsung. Menurut Butler et al. (1988) komponen yang terlibat pada proses pengumpulan data terdiri dari sumber energi elektromagnetik, atmosfer sebagai media lintasan energi elektromagnetik, keadaan obyek sebagai fenomena yang diamati, dan sensor sebagai alat yang mendeteksi radiasi elektromaknetik dari suatu obyek dan merubahnya menjadi sinyal yang selanjutnya dapat direkam dan diproses.

2. Komponen Penginderaan Jauh
a. Tenaga
Sumber tenaga yang digunakan penginderaan yaitu tenaga alami dan tenaga bantuan. Tenaga alami berasal dari matahari dan tenaga buatan biasa disebut pulsa. Penginderaan jauh yang menggunakan tenaga matahari disebut sistem pasif dan yang menggunakan tenaga pulsa disebut sistem aktif
b. Objek
Objek penginderaan jauh adalah semua benda yang ada di permukaan bumi, seperti tanah, gunung, air, vegetasi, dan hasil budidaya manuasi, kota, lahan pertanian, hutan atau benda-benda di angkasa seperti awan.
c. Sensor
Sensor adalaha alat yang digunakan untuk menerima tenaga pantulan maupun pancaran radioaktif elektromagnetik, contohnya kamera udara dan scanner.
d. Detector
Detector adalah alat perekam yang digunakan pada sensor untuk merekam tenaga pantulan maupun pancaran.
e. Wahana
Sarana untuk menyimpan sensor, seperti pesawat terbang, satelit dan pesawat ulang-aling.

3. Jenis Citra Penginderaan Jauh
Citra dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu citra foto dan citra nonfoto.

1. Citra Foto
Citra foto adalah gambar yang dihasilkan dengan menggunakan sensor kamera. Citra foto dapat dibedakan atas beberapa dasar sebagai berikut.
a. Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan
Pada waktu memotret objek di permukaan bumi, orang dapat memilih salah satu atau beberapa spectrum elektromagnetik berdasarkan kepentingannya. Citra foto berdasarkan spektrumnya dapat dibedakan menjadi :
1. Foto pankromatik adalah citra foto dari udara yang dibuat dengan menggunakan seluruh spectrum tampak mata mulai dari warna merah hingga ungu. Foto udara ini sering disebut foto udara konvensional. Ciri foto pankromatik adalah pada warna objek sama dengan kesamaan mata manusia, sehingga baik untuk mendeteksi pencemaran air, kerusakan banjir, penyebarab air tanah, dan air permukaan.
2. Foto ultraviolet adalah citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer. Foto ini tidak menyadap banyak informasi tetapi untuk beberapa objek dari foto ini proses pengenalannya mudah karena kontras yang besar. Foto ini sangat baik untuk mendeteksi tumpahan minyak di laut, membedakan atap logam yang tidak dicat, jaringan jalan aspal, dan batuan kapur.
3. Foto ortokromatik adalah citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0,4 – 0,56 mikrometer). Ciri foto ortokromatik adalah banyak objek yang tampak jelas. Foto ini bermanfaat untuk studi pantai karena memiliki film yang peka terhadap objek di bawah permukaan air hingga kedalaman kurang lebih 20 meter, sehingga baik untuk survei vegetasi karena daun hijau tergambar dengan kontras.
4. Foto inframerah asli adalah citra foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah dekat hingga panjang gelombang 0,9 – 1,2 mikrometer yang dibuat secara khusus. Ciri foto inframerah asli adalah dapat mencapai bagian dalam daun, sehingga rona pada foto inframerah tidak ditentukan warna daun tetapi oleh sifat jaringannya, sehingga baik untuk mendeteksi berbagai jenis tanaman termasuk tanaman yang sehat atau yang sakit.
5. Foto inframerah modifikasi adalah citra foto yang dibuat dengan inframerah dekat dan sebagia spectrum tampak pada saluran merah dan sebagian saluran hijau.

b. Berdasarkan sumbu kamera
Citra foto berdasarkan sumbu kamera dibedakan menjadi dua jenis yaitu.
1. Foto vertikal adalah foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.
2. Foto condong adalah foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi. Foto condong dibedakan sebagai berikut :
– Foto sangat condong yakni bila pada foto tampak cakrawala
– Foto agak condong yakni bila cakrawala tidak tampak pada foto

Beda antara foto vertikal, foto agak condong dan foto sangat condong disajikan pada gambar berikut
Keterangan :
Gambar blok bujur sangkar dan liputan foto udara.
Gambar A foto vertikal, Gambar B foto agak condong,
Gambar C foto sangat condong.

c. Berdasarkan jenis kamera
1. Foto Tunggal
Yaitu foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Tiap daerah liputan foto hanya tergambar oleh satu lembar foto.
2. Foto jamak,
Yaitu beberapa foto yang digunakan pada waktu yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama.

d. Berdasarkan warna yang digunakan
1. Foto berwarna semu (false color) atau foto inframerah berwarna.
Pada foto berwarna semu, warna objek tidak sama dengan warna foto. Misalnya vegetasi yang berwarna hijau dan banyak memantulkan spectrum tampak merah, akan tampak merah pada foto.
2. Foto warna asli (true color), yaitu foto pankromatik berwarna.

e. Berdasarkan sistem wahana
Berdasarkan wahana dapaat dibedakan menjadi
1. Foto udara, Yaitu foto yang dibuat dari pesawat/balon udara.
2. Foto satelit atau foto orbital, Yaitu foto yang dibuat dari satelit.

2. Citra Nonfoto
Citra nonfoto adalah gambaran yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera. Citra nonfoto dibedakan atas :
a. Spektrum elektromagnetik yang digunakan
Berdasarkan spectrum elektromagnetik, citra nonfoto dibedakan atas :
1. Citra inframerah termal adalah citra nonfoto yang dibuat dengan menggunakan s pectrum inframerah termal. Pemanfaatan spectrum itu di dasarkan atas beda temperature tiap objek yang dipantulkan ke kamera atau sensor.
2. Citra gelombang mikro dan Citra Radar adalah citra nonfoto yang dibuat dengan menggunakan spectrum gelombang mikro atau radar. Citra gelombang mikro menggunakan sumber energi alamiah ( system pasif ), sedangkan citra radar menggunakan sumber energi buatan ( system aktif ).

f. Sensor yang digunakan
Berdasarkan sensor yang digunakan, citra nonfoto dibedakan atas :
1. Citra tunggal,
yaitu citra yang dibuat dengan sensor tunggal dengan saluran lebar.
2. Citra multispektral,
yaitu citra yang dibuat dengan sensor jamak dengan saluran sempit yang terdiri dari :
• Citra RBV (Return Beam Vidicon), sensornya berupa kamera yang hasilnya tidak dalam bentuk foto karena detektornya bukan film dan prosesnya nonfotografik.
• Citra MSS (Multi Spektral Scanner), sensornya dapat menggunakan spektrum tampak maupun spektrum inframerah termal. Citra ini dapat dibuat dari pesawat udara.

g. Wahana yang digunakan
1. Citra dirgantara (Airbone Image), yaitu citra nonfoto yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara (dirgantara)
2. Citra Satelit (Satellite/Spaceborne Image), yaitu citra nonfoto yang dibuat oleh sensor dari satelit yang mengitari bumi.

Kelebihan dan Kelemahan Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh memiliki kelebihan yaitu
a. Menghemat waktu, tenaga, dan biaya;
b. Mengetahui sumber daya alam di suatu tempat;
c. Mengetahui gejala cuaca dan iklim;
d. Membuat perencanaan dan pembangunan wilayah.

Walaupun mempunyai banyak kelebihan, penginderaan jauh juga memiliki kelemahan antara lain sebagai berikut
a. Orang yang menggunakan harus memiliki keahlian khusus;
b. Peralatan yang digunakan mahal;
c. Sulit untuk memperoleh citra foto ataupun citra nonfoto.

4. Interpretasi Citra
Interpretasi citra merupakan pengkajian foto udara atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut.
Dalam manginterpretasikan citra, penafsir mengkaji citra dan berupaya mengenali objek melalui tahapan kegiatan sebagai berikut :
1. Deteksi adalah usaha penyadapan data secara globalbaik yang tampak maup[un yang tidak tampak. Ada tidaknya suatu objek ditentukan dalam pendeteksiannya, misalnya objek berupa sabana.
2. Identifikasi adalah usaha untuk mengenali objek yang tergambar pada citra yang dapat dikenali berdasarkan cirri yang terekam oleh sensor dengan alat stereoskop.
3. Analisis adalah pengumpulan informasi lebih lanjut setelah melakukan deteksi dan identifikasi citra.

5. Unsur-unsur Interpretasi Citra
Untuk mempermudah menafsir objek yang tergambar pada citra foto, dapat digunakan unsur-unsur yang tercermin pada objek yaitu :
1.Bentuk
Merupakan gambar yang mudah dikenali. Objek yang sejenis di muka bumi memiliki bentuk yang sejenis pada citra. Contoh : gedung sekolah pada umumnya berbentuk huruf I, L, U, atau persegi panjang, gunung api berbentuk kerucut.
2.Ukuran
Merupakan ciri objek berupa jarak, luas, tinggi, lereng, dan volume. Ukuran objek pada citra berupa skala. Contoh : lapangan olah raga sepakbola dicirikan dengan bentuk persegi panjang dan ukuran tetap yakni sekitar 80-100 m.
3.Rona
Merupakan tingkat kecerahan objek yang tergambar pada citra.
4.Tekstur
Merupakan frekuensi perubahan rona pada citra. Tekstur biasanya dinyatakan ; kasar, sedang, dan halus. Misalnya hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, dan semak bertekstur halus.
5.Bayangan
Bersifat menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. Bayangan juga dapat berfungsi sebagai kunci pengenalan yang penting dari beberapa objek yang justru dengan adanya bayangan menjadi lebih jelas.
6.Pola
Merupakan ciri yang menandai banyak objek bentukan manusia dan beberapa objek alamiah. Contoh : pola aliran sungai menandai struktur biologis. Pola aliran trellis menandai struktur lipatan. Permukiman transmigrasi dikenali dengan pola yang teratur, yaitu ukuran rumah yang jaraknya seragam, dan selalu menghadap ke jalan. Kebun karet, kebun kelapa, dan kebun kopi mudah dibedakan dengan hutan atau vegetasi lainnya dari polanya yaitu berpola teratur ( pola jarak tanamnya ).
7.Situs
Merupakan letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Contoh : permukiman pada umumnya memanjang di pinggir beting pantai, tanggul alam atau di sepanjang tepi jalan. Persawahan banyak terdapat di daerah dataran rendah, dan sebagainya.
8.Asosiasi
Merupakan keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lain. Contoh : stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan kereta api yang jumlahnya lebih dari satu (bercabang ).

6. Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh bermanfaat dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya di bidang kelautan, hidrologi, klimatologi, lingkungan, dan kedirgantaraan.
a) Manfaat di bidang kelautan (Seasat dan MOSS)
1. Pengamatan sifat fisis air laut
2. Pengamatan pasang surut air laut dan galombang laut
3. Pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi, dan lain-lain.

b) Manfaat di bidang hidrologi (Landsat dan SPOT)
1. Pengamatan DAS
2. Pengamatan luas daerah dan intensitas banjir
3. Pemetaan pola aliran sungai
4. Studi sedimentasi sungai
c) Manfaat di bidang klimatologi (NOAA, Meteor, dan GMS)
a. Pengamatan iklim suatu daerah
b. Analisis cuaca
c. Pemetaan iklim dan perubahannya

d) Manfaat di bidang sumber daya bumi dan lingkungan (Landsat, ASTER, Soyus, dan SPOT)
a. Pemetaan penggunaan lahan
b. Pengumpulan data kerusakan lingkungan karena berbagai hal
c. Pendeteksian lahan kritis
d. Pemantauan distribusi sumber daya alam
e. Pemetaan untuk keperluan HANKAMNAS
e. Perencanaan pembangunan wilayah

e) Manfaat di bidang angkasa luar (Ranger, Viking, Luna, dan Venera)
a. Penelitian tentang planet-planet
b. Pengamatan benda-benda angkasa

Sumber :
http://ghinaghufrona.blogspot.com/2011/08/penginderaan-jauh-remote-sensing.html
http://mpgisamalia.blogspot.com/

 
 

Tag: ,

JENIS-JENIS CITRA SATELIT

NAMA : Ika Nur Diantika
NIM : E3110358
GOL : B

MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

B. JENIS-JENIS CITRA SATELIT
1. CITRA SPOT HRV
Jenis citra ini menggunakan sensor 2 pushbroom scanner identik HRV (High Resolution Visible). Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya adalah satelit SPOT milik Prancis. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini antara 0,51-0,89 μm. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 1 pankromatik dengan panjang gelombang antara 0,51-0,73 μm dan 3 multispektral. Untuk saluran 1 pankromatik, resolusi spasialnya sebesar 10 meter, sedangkan untuk saluran 3 multispektral resolusi spasialnya sebesar 20 meter. Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:25.000 sampai dengan 1:100.000.
2. CITRA SPOT HRVIR
Jenis citra ini menggunakan sensor 2 pushbroom scanner HRVIR (High Resolution Visible & Infrared). Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya sama dengan citra SPOT HRV yaitu satelit SPOT milik Prancis. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini antara 0,51-1,75 μm. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 4 multispektral. Resolusi spasialnya mencapai 20 meter, namun khusus untuk saluran merah resolusi spasialnya sebesar 10 meter. Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:25.000 sampai dengan 1:100.000.
3. CITRA NOAA AVHRR
Jenis citra NOAA AVHRR ini menggunakan 2 sensor yakni sensor AVHRR saluran 1 dan 2 serta sensor AVHRR saluran 3 dan 4. Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya yakni satelit NOAA milik Amerika Serikat. Untuk sensor AVHRR saluran 1 dan 2, julat panjang gelombangnya berkisar antara 0,58-1,10 μm. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 2 multispektral pantulan dengan resolusi spasial seluas 1,1 km (LAC). Untuk sensor AVHRR saluran 3 dan 4, julat panjang gelombangnya berkisar antara 3,55-12,5 μm. Jumlah saluran yang digunakan adalah 2 multispektral pancaran termal dengan resolusi spasial sebesar 4 km (GAC). Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:1.000.000 sampai dengan 1:5.000.000.
4. CITRA ERS
Jenis citra ini menggunakan sensor antena radar. Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya yaitu satelit ERS milik Uni Eropa. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini adalah 5,7 cm (pada frekuensi 5,3 GHz), band C. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 1 gelombang mikro/radar. Resolusi spasialnya mencapai 12,5 meter (azimuth). Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:50.000 sampai dengan 1:250.000.
5. CITRA MESSR-MOS
Jenis citra ini menggunakan sensor multispectral scanner optik. Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya yaitu satelit MOS milik Jepang. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini adalah 0,51-1,1 μm. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 4 multispektral. Resolusi spasialnya mencapai 50 meter. Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:100.000 sampai dengan 1:250.000.
6. CITRA SIR-B
Jenis citra ini menggunakan sensor antenna radar. Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya yaitu pesawat Ulangalik Challenger. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini adalah 23,5 cm. Resolusi spasialnya mencapai 25 meter (azimut). Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:100.000 sampai dengan 1:250.000.
7. CITRA ALT, SASS, & VIRR (SATELIT SEASAT)
Citra ALT, SASS, & VIRR merupakan bagian dari sensor satelit Seasat yang mengorbit dengan sudut inklinasi 1080 pada ketinggian 800 km. ALT (radar altimeter) beroperasi pada 13,56 Hz digunakan untuk pengukuran keadaan lautan, dengan kecermatan mencapai ± 0,5 m atau 10% untuk tinggi gelombang di laut yang kurang dari 20 meter dan kesalahan akar pangkat dua rata-ratanya 10 cm untuk tinggi gelombang di laut kurang dari 20 meter. SASS (Seasat-A scatterometer system) merupakan sensor gelombang mikro aktif untuk angin yang menggunakan frekuensi transmisi 14,6 GHz, mampu menghasilkan kecermatan ± 2 m/detik. VIRR merupakan radiometer penyiaman yang beroperasi pada saluran tampak (0,49-0,94 μm) untuk menyajikan informasi kondisi awan dan saluran inframerah (10,5-12,5 μm) untuk menghasilkan informasi mengenai suhu permukaan dan bagian atas awan.
8. CITRA SAR (SATELIT SEASAT)
SAR (synthetic aperture radar) merupakan system pencitraan aktif pada saluran-L (1,275 GHz) yang mengamati sisi kanan lintas satelit dengan lebar sapuan 100 km dengan sudut datang 200. Resolusi spasialnya sama pada arah menyilang maupun azimuth 25 meter, sehingga gelombang dan spectra gelombang bagi gelombang lautan 50 m atau lebih dapat diukur. Sistem pencitraan SAR ini membantu dalam deteksi kenampakan es lautan, gunung es, batas air-lahan dan membantu dalam penetrasi badai hujan lebat.
9. CITRA SMMR (SATELIT SEASAT)
SMMR beroperasi pada frekuensi 6,6; 10,7; 18,21 dan 37 GHz dengan polarisasi vertical dan horizontal yang digunakan untuk mengamati suhu permukaan air laut dan untuk mengukur kecepatan angin. Resolusi spasialnya bervariasi dari sekitar 100km pada 6,6 GHz sampai 22 km pada 37 GHz. Kecermatan pengukuran suhu permukaan air laut sekitar ±2 K dengan kecermatan relative 0,5 K, sedangkan kecermatan pengukuran kecepatan angin sekitar ±2 m/detik untuk angin berkisar dari ±7 m/detik sampai sekitar 50 m/detik.

Sumber : http://damarwindu.blogspot.com/2009/05/jenis-jenis-citra-satelit.html

 
 

Tag: , , ,

A. SEJARAH MUNCULNYA GPS

NAMA : Ika Nur Diantika
NIM : E3110358
GOL : B

MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS


A. SEJARAH MUNCULNYA GPS
35000 tahun yang lalu, di dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-Magnon menggambar hewan mangsa mereka, dan juga garis yang dipercaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada sistem informasi gegrafis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke database atribut. Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.
Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan “litografi foto” dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer yang dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi multifungsi pada awal tahun 1960-an. Tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS – SIG Kanada), digunakan untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk Inventarisasi Tanah Kanada (CLI – Canadian land Inventory) – sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga diterapkan untuk keperluan analisis.


GIS dengan gvSIG.
CGIS merupakan sistem pertama di dunia dan hasil dari perbaikan aplikasi pemetaan yang memiliki kemampuan timpang susun (overlay), penghitungan, pendijitalan/pemindaian (digitizing/scanning), mendukung sistem koordinat national yang membentang di atas benua Amerika , memasukkan garis sebagai arc yang memiliki topologi dan menyimpan atribut dan informasi lokasional pada berkas terpisah. Pengembangya, seorang geografer bernama Roger Tomlinson kemudian disebut “Bapak SIG”.
CGIS bertahan sampai tahun 1970-an dan memakan waktu lama untuk penyempurnaan setelah pengembangan awal, dan tidak bisa bersaing denga aplikasi pemetaan komersil yang dikeluarkan beberapa vendor seperti Intergraph. Perkembangan perangkat keras mikro komputer memacu vendor lain seperti ESRI, CARIS, MapInfo dan berhasil membuat banyak fitur SIG, menggabung pendekatan generasi pertama pada pemisahan informasi spasial dan atributnya, dengan pendekatan generasi kedua pada organisasi data atribut menjadi struktur database. Perkembangan industri pada tahun 1980-an dan 1990-an memacu lagi pertumbuhan SIG pada workstation UNIX dan komputer pribadi. Pada akhir abad ke-20, pertumbuhan yang cepat di berbagai sistem dikonsolidasikan dan distandarisasikan menjadi platform lebih sedikit, dan para pengguna mulai mengekspor menampilkan data SIG lewat internet, yang membutuhkan standar pada format data dan transfer. Indonesia sudah mengadopsi sistem ini sejak Pelita ke-2 ketika LIPI mengundang UNESCO dalam menyusun “Kebijakan dan Program Pembangunan Lima Tahun Tahap Kedua (1974-1979)” dalam pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset.
GPS (Global Positioning System) adalah sebuah peralatan navigasi yang pada awalnya didesain sebagai akibat permasalahan pasukan Amerika serikat dalam menghadapi perang Vietnam. Salah satu kesulitan utama yang dialami pasukan di darat adalah bagaimana mereka selalu saling mengetahui posisi satu sama lain, terutama pada saat berada jauh di dalam hutan lebat. Mereka saat itu hanya mengandalkan sistem radio yang disebut LORAN system untuk mengetahui posisi. Namun karena banyaknya kesalahan yang diakibatkan penerimaan/pemancaran radio yang jelek, dan defleksi gelombang permukaan akibat cuaca buruk maka sistem ini kurang bisa meyakinkan untuk operasi penting pada saat itu. Amerika Serikat kemudian mengadakan uji coba dengan 4 satelit, yang diberi nama TRANSIT. Satelit ini memilik orbit sangat tinggi dan digunakan untuk kepentingan militer. Namun, sistem ini masih memiliki akurasi rendah, dan posisi hanya bisa diperoleh setiap 2 jam. Generasi berikutnya dibangun oleh NAVSTAR dan dioperasikan secara terbatas pada tahun 1986. Sistem ini hanya berfungsi 3-4 jam setiap hari karena satelit yang diorbitkan hanya sedikit. Pengorbitan satelit NAVSTAR sempat tertunda karena kecelakaan Kapal Ruang Angkasa Challenger pada tahun 1988. Challenger rencananya akan digunakan untuk meluncurkan satelit-satelit GPS NAVSTAR.
Sistem GPS benar-benar beroperasi pada saat dimulainya Perang Teluk pada tahun 1990. Sistem satelit blok 1 diluncurkan sebagai tambahan atas blok 2 yang sudah terlebih dahulu diorbitkan. Total satelit yang diorbitkan adalah 21 satelit, utnuk menyediakan sistem GPS di seluruh dunia, dengan kemampuan pengiriman data setiap saat. Departemen Pertahanan AS juga mengoperasionalkan GPS yang dipasarkan bebas mulai tahun 1990. Sistem ini masih dipakai sampai saat ini. Satelit-satelit GPS mengorbit terhadap bumi 2 kali sehari pada ketinggian 11.000 mil diatas bumi, dan memancarkan elevasi dan posisi dengan tepat. Sistem penerima GPS mengolah signal, lalu mengukur interval antara saat signal dipancarkan dan diterima untuk menentukan jarak antara antara receiver GPS di bumi dan satelit. Pada saat receiver GPS menghitung data-data tersebut dari 3 satelit minimum, lokasi di permukaan bumi dapat ditentukan dengan cepat. Dewan industri GPS baru saja mengumumkan bahwa peralatan receiver GPS ditargetkan akan terjual sampai 8 milyar Dollar sampai tahun 2000. Penggunaan GPS memang telah meluas dalam berbagai sektor. Receiver GPS bahkan telah dipasang di mobil-mobil mewah, dilengkapi dengan peta jalan digital dalam CD ROM yang akan menolong pengendara untuk menuju tempat tujuan. Receiver GPS juga akan segera di integrasikan dengan telfon selular. GPS pada saat ini telah menjadi teman yang baik di perjalanan dan akan sangat berjasa sebagai petunjuk arah pada saat yang gawat.
Kebijaksanaan tentang penggunaan GPS sendiri diatur dalam Federal navigation Plan (FRP), yang disiapkan oleh tim gabungan dari Departemen Pertahanan dan Departemen Transportasi AS, melalui berbagai pertemuan pada tahun 1992. Namun pada dasarnya, GPS sendiri adalah milik Departemen Pertahanan, namun pada kelanjutannya menjadi peralatan yang dipasarkan bebas. Rencananya satelit GPS akan ditambah 2 lagi, sehingga semuanya menjadi 24 satelit. Kemampuan penuh GPS dengan 24 satelit (blok I,II, dan IIA) akan diumumkan oleh Departemen Pertahanan AS. Sebelum berkemampuan penuh, Full Operational Capability (FOC) maka GPS sebenarnya sudah layak dipakai untuk bernavigasi, hanya kemampuan agak rendah. Kondisi ini dinamakan Initial Operational Capability (IOC), yang dimulai sejak 8 Desember 1993.
GPS pada dasarnya terdiri dari 3 bagian utama yaitu SPACE, CONTROL, dan USER. SPACE adalah 24 satelit yang ada di luar angkasa. CONTROL adalah 5 stasiun monitor yang ada di Hawaii, Kwajalein, Ascension Island, Diego Garcia, dan Colorado Springs. Terdapat 3 ground antenna yaitu Ascension Island, Diego Garcia, dan Kwajalein. Sedangkan Master Control Station (MCS) berlokasi di Falcon AFB di Colorado. Stasiun monitor selalu mengawasi satellit, dan mengecheck error data yang dipancarkan. Data-data ini diproses di MCS untuk menentukan orbit satelit dan mengkoreksi data yang dikirim oleh satelit. Setelah dikoreksi, data itu dikirm balik ke tiap-tiap satelit lewat ground antenna. Dengan cara ini, satelit akan mentransmisikan data yang tepat pada semua pengguna. Bagian ketiga adalah USER. Para pengguna jasa GPS bisa mendapatkan/membeli receiver GPS, tentunya tipe SPS untuk bisa mengakses pancaran satelit. Untuk receiver GPS sendiri bermacam-macam jenisnya, sehingga para pengguna bisa menentukan mana yang lebih disukai. Pada saat pertama kali dikeluarkan, peralatan ini mempunyai harga yang mahal. Namun pada saat sekarang sekarang harganya sudah relatif murah.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis
http://lanibin.millahibrahim.net/?p=291

 
 

Tag: , , , , , ,

KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) Pada Permainan Framer Solution

NAMA : IKA NUR DIANTIKA                                 
NIM     : E3110358       
GOL     : B
 MATA KULIAH : KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)
1.        Instalasi Permainan

           
Instalasi permainan ini cukup mudah. Download pada alamat http://dimas347.wordpress.com/2009/10/26/kecerdasan-buatan-artificial-intelligence/. Tunggu proses download. Proses Download pada aplikasi ini cukup mudah dan cepat karena size dari aplikasi ini pun cukup kecil sebesar 36,334 MB. Dan dapat di install dalam berbagai macam PC. Jika proses download selesai klik

Gambar

Maka proses instalasi pada PC akan berjalan dan ikuti petunjuk penginstalan. Jika aplikasi selesai diintal dapat di instal hasilnya pada dekstop anda makan disana akan terdapat shoutcut yang memiliki nama Framer Solution.

Gambar

Jika terdapat gambar tersebut maka proses instalasi telah selesai. Selanjutanya jalankan aplikasi Framer Solution tersebut.

 2.        Aplikasi

        Aplikasi Kecerdasan buatan ini bernama Framer Solution. Aplikasi permainan ini cara memainkannya cukup mudah. Caranya dengan mencari jalan keluar seorang Farmer yaitu Petani. Yang memiliki perahu, kambing, serigala dan sayuran. Petani tersebut ingin membawa muatan tersebut untuk menyeberang ke Pulau B. Karena posisi petani bermula di pulau A dan ingin menyeberang ke Pulau B. Sedangkan pada permainan ini memiliki aturan yang tidak begitu saja dapat menyeberangkan dalam sekali muatan saja.Aturannya sebagai berikut:      Petani hanya bisa membawa 1 muatan saja. Misal petani bersama sayuran..      Jangan satungan Objek yang dapat saling memakan.Misal Kambing dengan sayuran hal tersebut tidak berlaku karena kambing dapat memakan sayur.3.      Serigala dengan kambing. Jika disatukan dalam satu perahu atau satu tempat serigala dapat memakan kambing.            Permasalahannya, bagaiman menyelesaikan masalah Petani dengan membantu menyeberangkan bawaannya melalui sungai dengan keadaan selamat dan barang bawaan utuh sampai ke Pulau B.Tool dalam aplikasi ini yang harus dijalankan yaitu :

  1. Kambing menyeberang
  2. Serigala menyeberang
  3. Sayuran menyeberang
  4. Kambing kembali
  5. Serigala kembali
  6. Sayur kembali
  7. Perahu kembali

Seperti pada gambar dibawah ini

Gambar

3.        Cara Menjalankan            Cara menjalankan aplikasi Framer Solution  cukup dengan menjalankan file .exe dari Framer Solution.            Tunggu beberapa saat maka aplikasi akan terbuka. Jalankan permainan dengan perintah yang sudah ada. Cukup meng-klik nomor permainan pada Framer Solution. Dan waktunya mencari solusi untuk mnyelesaikan permainan Framer Solution. Pada saat menjalankan apllikasi ini akan terlihat dalam penggunaan pemikiran masing-masing. Karena permaina ini membutuh kan trik-trik yang tidak terpikirkan sebelumnya.Ingat aturan yang sudah ada. Jangan satukan objek yang dapat saling memakan. Selesaikan permainan dengan aturan yang ada. Permaianan ini akan membututhkan waktu dan pikiran tergantung si pemain. Jika dapat memahami aturan yang sudah ada maka akan membutuhkan waktu yang sedikit untuk menyelesaikannya. Tapi jika tidak memperhatikan aturan permainan yang sudah tertera sebelumnya maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan mungkin akan mengulang-ngulang nomor yang akan di klik dan tentunya tidak menemukan jalan keluar bagi si petani.            Jika si pemain mungkin tidak menemukan jawaban dalam solusi Framer Solution yang dijalankan maka aplikasi ini memberikan solusi dalam menyelesaikan problem tersebut. Caranya dengan meng-klik menu “ SOLUSI” pada frame sebelah kanan atas. Urutan-urutan dalam menyelesaiakan masalah Framer Solution akan ditampilakan.Seperti pada gambar berikut :Gambar 4.        Aplikasi Menu-menu yang tersedia dalam aplikasi ini adalah menu utama.Gambara.    Menu permaiananGambar            Menu permainan ini digunakan untuk menentukan muatan mana yang akan diberangkatakan dahulu dengan ketentuan yang sudah berlalu sebagai aturan permainan.b.    Menu OutputGambar            Menu Outpur adalah menu dimana hasil dari menu permainan yang sudah dipilih pada angka-angka yang digunakan untuk muatan yang diberangkatkan dengan tampil pada output sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk memikurkan muatan yang akan diberangkatkan selanjutnya c.    Menu SolusiGambar            Menu solusi merupakan menu yang diberikan untuk pengguna yang tidak dapat menyelesaikan permasalahan Framer Solution. Sehingga diberikan menu “ SOLUSI” yang berisi urutan jawaban tentang solusi permaianan tersebut.             Jika permainan dijalankan misal dimulai dengan pemilihan angka satu, di klik maka outputnya seperti pada gambar berikut. Dalam gambar tersebut jika permaianan dimulai dengan meng-klik angka satu maka dapat dilihat pada kolom meu output nya akan juga berubah sesuai dengan perintah yang dijalankan pengguna aplikasi dan lanjutakan permainan untuk menyelesaikannya.

Gambar

Ingat jalankan aplikasi sesuai aturan jika tidak maka jika slaha langkah maka hasilnya akan sebagai berikut.

Gambar

 

5.        Fungsi

            Fungsi dari permainan Framer Solution ini merupakan permainan untuk melatih otak dalam mengatur strategi yang baik dalam penyelesaian masalah. Fungsi dari aplikasi framer bertujuan untuk pengetesan IQ pada siswa maupun pengguna aplikasi ini.

Memberi kesempatan pada pengguna aplikasi untuk menggunakan jalan pikirannya pada aplikasi yang sangat sederhana tetapi membutuhkan taktik yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah. Tidak seperti permainan game lain yang hanya ditujukan untuk memenangkan permainan tertentu dengan aturan yang sudah ada. Fungsinya juga menentukan sejauh mana pengguna dapat menyeselsaikan permainan dengan waktu nya sendiri. Untuk mentransformasikan pikiran yang kondisinya tidak stabil, menjadi mau berfikir dengan permainan yang kelihatan mudah dan gampang, dan juga dapat dijadikan sebagai bahan pendidikan dalam hal permainan.

 6.        Kegunaan

            Guna dari aplikasi permainan Framer Solution ini memiliki peran dalam pemberdayaan masyarakat lewat AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) khususnya bidang pendidikan dan pembelajaran edukatif melalui permainan. Disamping itu kegunaan dari aplikasi ini digunakan untuk pengembangan aplikasi-aplikasi yang akan datang yang memiliki kecerdasan buatan yang lebih canggih lagi. Dalam permainan ini ditanamkan program yang memiliki pemilihan keputusan yang sudah diberi dalam perintah source coding. Yang memiliki tugas sebagai alur dalam permainan Framer Solution. Sehingga permainan memiliki alur yang dapat diikuti oleh pengguna. Selain itu kegunaan lain dari aplikasi ini adalah sebagai tolak ukur dalam bidang perkembangan ilmu tekhnologi dalam bidang AI yang dalam proses perkembangan aplikasi kecerdasan buatan yang semakin berkembang dalam segala bidang tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga pertanian. Kesehatan, ekonomi, maupun kemanan dan pertahan yang digunakan dalam negara.

 7.        Alat

Aplikasi yang digunakan untuk membuat Framer Solution:

1.      Aplikasi Netbeans

2.      Bahasa pemrogramannya adalah Java.

8.        Kekurangan

            Dalam hal ini aplikasi Framer Solution juga memiliki kekurangan yang bisa digunakan untuk cerminan aplikasi yang akan  dibangun  untuk permainan permainan lainnya.

1.      Tampilan yang kurang atraktif.

2.      Penggunaan gambar yang kurang.

3.      Hanya terdapat 1 permainan saja.

4.      Tidak terdapatnya menu help. Bagi pengguna yang ingin menggunakan aplikasi ini.

9.        Kelebihan

            Untuk kelebihan aplikasi Framer Solution ini merupakan aplikasi yang dibuat sendiri oleh mahasiswa. Dan dapat didownload dan digunakan dengan free. Di dalam web nya juga terdapat source code bagi programmer yang ingin mengembangkan aplikasi yang ingin menggunakan solusi Framer Solution tersebut. Kelebihannya juga mudah digunakan, simpel, dan menyenangkan. Dapat digunakan untuk pembelajaran siswa siswi yang berada di tinggkat menengah maupun pengguna yang ingin mengetes kemampuan berfikir simpel. Karena aplikasi ini dibuat terlihat sulit tetapi solusi keluarannya yang mudah.

 10.    Sour Coding

            Bagi pada programer yang ingin mengetahui source code Framer Solution disediakan pula farmer-solution-source dalam bentuk zip. Dapat di download pada web yang sudah tertera di awal halaman.

 Gambar

Terdapat 2 Peckages dalam aplikasi ini bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

 Gambar

Gambar

Daftar Pustaka

http://dimas347.wordpress.com/2009/10/26/kecerdasan-buatan-artificial-intelligence/

 

Tag: , ,

“Jangan manjakan aku!!!”

 

Sudah kubilang “Jangan manjakan aku!!!”

Harus pakai ini harus pakai itu!

Makan ini makan itu!

Tidak boleh ini tidak boleh itu!

 

Merongrong dalam hati ini

Seperti burung yang ingin lepas dari mulut harimau

Otak ini sudah penuh

Rasa ini sudah bengkok

Pohon sudah tumbang di depan rumah

Sungai sudah tak mau mengalir lagi

Akankah kau biarkan kau selalu menuntunku

Aku tau kau asam garam

Tegang seperti tiang rumah

Tajam seperti belati

Dal murni semurni air tak tersentuh

Aku juga ingin sepertimu

Bisa memakai popok sendiri

Jadi biarkan aku

 

Dan q akan selalu bilang

“Jangan Manjakan Aku!!!”Gambar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Maret 2012 in Kehidupan

 

Tag: , ,

Langkahku

Hatiku terisi dalam
Gerakanku tunduk
Hidupku dalam gengam_MU

Langkahku hanya gerakan kecil
Semua ucapan di tulis dengan jelas
Semua ragaku atas lingkup_Mu

Bersimpuh hanya dapat diam
Mamuja menyembut dengan barisan kata
Bergetar membaca surat-surat

Aku masih bergerak
Masih berlari
Berdiri dalam amalan

Jika suatu saat nanti tersesat
Terjatuh untuk sekian kalinya
Hanya cahaya_Mu yang dapat menuntunku
Mengobati setiap luka laraku
Karena Engkau Tujuan berkelanaku

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Desember 2011 in Rohani