RSS

Arsip Kategori: Penantian

Yang Akan Aku Rindu

Aku meminta pertolongan pada Allah
Dari setiap keburukan yang menyelinap dari setiap kebaikan yang datang

Aku berencana pergi
Jika sudah datang panggilanku
Melepas roh terbang ke dunia lain
Membawa sejuta nikmat darimu

Kau begitu indah
Segalanya terdapat dalam darimu

Aku akan pergi
Jangan marah jika mereka tak ramah
Mulai tak memperhatikanmu
Karena suatu saat nanti
Akan tiba waktunya engkau menjadi saksi
Saksi dari setiap mata hati

Aku akan merindukanmu
Jika aku bisa berbicara padamu
Akan aku ucapkan terimakasih
Terimakasih alam
Jagalah jasadku nanti
Hingga hari nanti ku dibangunkan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Januari 2011 in Penantian

 

Tag:

Berselimut Malam Gelap

Bila sang bulat terang telah digantikan dengan cahaya rembulan
Berada di tenga gelapnya malam
Ditemani hewan pengerat malam
Hingga dingin yang menusuk tulang

Mulailah penyakit kesepian melanda hati
Mematikan gerak kehidupan
Hingga rindu memuncak di ubun-ubun
Dengar suara hati
Menantang malam yang kian larut
Membelai angin membuai ke angan mimpi
Berlari di tepian rindu

Engkau yang disana
Tahukah engkau
Aku tersiksa disini
Tanpa parasmu
Tanpa suaramu
Ingin sekali mengusir kegilaan ini
Mengusir rasa sesak didada karena tanpamu

Dan malam ini sekali lagi
Aku harus berselimut malam gelap
Dengan menahan rasa kerinduan padamu….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Januari 2011 in Penantian

 

Tag: ,

Kesunyianku

Aku bukan putri dan tak memimpikan menjadi putri
Aku hanya ingin berbicara, bercanda dengan bahasa cinta
Jangan kau tutup telingamu
Jangan kau kunci hatimu
Kenapa engkau masih bersembunyi dalam pelukan malam
Padahal matahari bersinar terang

Kesunyianku membeku hingga membentuk pohon kesepian
Dan ku membeku tanpamu
Dimana engkau simpan sebelah hatiku
Bahkan kau tlah mencuri setiap malamku
Kau jadikan aku tahanan liarmu
Kau keringkan sungai-sungai mimpiku
Hingga hilanglah musim bunga dalam hati dan kemarau mulai abadi

Tanpamu semua ini terjadi
Tamanku gundul
Setetes airpun tak menetes ke sungai kekeringanku

Wahai engkau yang kunanti
Jabatlah mimpiku
Sampaikan sebuah kisah cinta mu dulu
Tunjukkan aku persembunyian malammu
Dan jangan lagi kau tutup semua hatimu untukku.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Desember 2010 in Penantian

 

Tag:

Sepi Malam

Malam makin pekat
Dinginnya makin mendekat
Tak seperti siang yang menyengat
Yang ada hanya sepi terkuat
Tak ada angin lewat
Semua orang dibalik selimut hangat

Hanya ada aku
Dibalik kamar sempit
Jangkrikpun enggan bernyanyi
Surau-surau oun tak bersuara lagi
Terdenar sayup-sayup kentongan besi
Menandakan waktu terlewati
Bulu kuduk berdiri

Sendiri
Melawan sepinya malam ini
Tergenggam tasbih di jemari tangan
Mndah dalam gundah dalam angan
Hanya dapat berdoa
Agar nyawa tetap di badan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 November 2010 in Penantian

 

Tag:

Malam ku terjaga

Aku lirik ponselku
Waktu tlah menunjukkan pukul 00.00
Matakupun belum dapat terpejam
Ke dua telinga ku pasang headset
Akku pindah-pindah chanel radio
Tak dapat lagu yang sesuai ego
Mataku terus berputar putar
Merasakan terjaga yang belum pudar
Ku liat atap atap langit
Hanya ada gelap dan sepi
Sesekali bunyi hewan sawah meneriakkan suaranya…
Krik…..krik…. dan krik….

Tak ada pesan di headphone.
Mengikuti sepinya hati ini.
Sendiri dalam sebuah kotak kamar.
Saat pergantian hari sedang berjalan.
Teringat akan impian.
Akankah esok akan menjadi kenyataan.

24 10 2010

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 November 2010 in Penantian

 

Tag:

Bertahan Tanpamu

Saat raga sendiri
Teringat akan sebelah hati
Engkau jauh disana
Sedang aku disini
Meratapi rindu makin menjadi

Dapat kau mengerti aku sendiri
Tanpamu disiniku
Dapatkah aku bertahan
Demi cintamu yang tak kunjung datang
Mentirami tanah hatiku yang gersang

Bila engkau sudah tak dapat kembali
Akan kucari ganti lain
Pengganti seperti dirimu
Walau berat hati ini tuk berpaling darimu.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 4 November 2010 in Penantian

 

Tag:

Menantimu

Tak tau sampai kapan aku manantimu.
Tapi aku masih disini.
Mananti dirimu kembali.
Mamberi kahidupan abadi.
Hanya cintamu untukku dihati.

Terlalu banyak badai menghatam.
Cinta lain terus menghujam.
Tak sanggup ku berpaling darimu.
Walau cinta lain menantiku.
Tapi hanya dirimu yang selalu dihatiku.

Haruskah ku bangun
Haruskah aku langkahkan kaki ini.
Hanya untuk tatap mengemis canta darimu.
Berjalan di setiap duri duri rindu.
Yang terus menyakiti dan menusuk kalbu.

Tak lebih yang ku harapkan darimu.
Selain cinta dan kasih sayangmu.
Bila takdir tak berpihak padaku
Tak mengijinkan untuk mencicipi cintamu.
Ijinkanlah aku mencari yang lain.
Mencari seperti dirimu.
Walau berat rasa ini tuk menggantimu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 November 2010 in Penantian

 

Tag: