RSS

Sepi Malam

04 Nov

Malam makin pekat
Dinginnya makin mendekat
Tak seperti siang yang menyengat
Yang ada hanya sepi terkuat
Tak ada angin lewat
Semua orang dibalik selimut hangat

Hanya ada aku
Dibalik kamar sempit
Jangkrikpun enggan bernyanyi
Surau-surau oun tak bersuara lagi
Terdenar sayup-sayup kentongan besi
Menandakan waktu terlewati
Bulu kuduk berdiri

Sendiri
Melawan sepinya malam ini
Tergenggam tasbih di jemari tangan
Mndah dalam gundah dalam angan
Hanya dapat berdoa
Agar nyawa tetap di badan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 November 2010 in Penantian

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: