RSS

Survei SPK Penentuan Perumahan Vol I

NAMA PERUSAHAAN : Perumahan Istana Tidar
ALAMAT : Jl. Tidar
NAMA SISTEM : SPK Pemilihan Jenis Perumahan Dengan Menggunakan
Metode AHP
GOLONGAN : B

No ITEM KETERANGAN
1 Hardware
Processor Core2 Duo
RAM 1Gb
Hardisk 89Gb

2 Server TIDAK ADA
Hardware
Processor
RAM
Hardisk

3 Software
Operating System Windows 7
Word Processor Microsoft Office 2007
Spreedsheet Microsoft Office Excel dan Microsoft Office Word
Aplikasi Lain

4 Database
Database Menggunakan Microsoft Excel
“Data Perumahan Tidar”

KELOMPOK :
Endah Kusuma [E3110249]
Feni Dwi Lestari [E3110286]
Fika Rizky Amalia [E3110294]
Gamaryah [E3110314]
Ika Nur Diantika [E3110358]

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 8 Oktober 2012 in Umum

 

Automatic Storage Management (ASM)

Hari Kamis pukul 18.30 Waktu nya kuliah di Ruang KSR. Nunggu dan nunggu yang semuala HP ku sepi kini berbunyi, ku baca ternyata sms dari temen kalau Kuliah ditiadakan tapi diberi tugas. yah Mencari tentang Apa itu ASM. Kucari dan kucari ku oprek dan ku oprek sampai kepala jadi sobek (nganyal hehe) Bahkan Ku cari di KITAP SUCI Oracle Buatannya ROHMAD.NET tidak ada. yah gimana lagi harus searching semangat bangun pagi…
dan tha tha ini hasilnya. semoga benar…

ASM lebih ke redudensi data agar tidak terlalu banyak, mengamankan data agar tidak terjadi duplikasi data yang gak dipakai alias seperlu nya saja.

langsung ini hasil pencarian dari mbah google..<<<<< Terimakasih mbah GOOGLE…qm punya pahala yang banyak hehe.

 

NAMA : IKA NUR DIANTIKA

NIM : E3110358

KELAS : MIF B

 

MATA KULIAH : ADMIN. BD

AUTOMATIC STORAGE MANAGEMENT (ASM)

1. Pengertian Automatic Storage Management (ASM)

ASM Oracle 10g memiliki banyak fitur yang menguntungkan, merupakan revolusi dari versi sebelumnya yaitu Oracle 9i dan 8i. Automatic Storage Management (ASM) yang dimiliki oleh Oracle 10g ini dapat meningkatkan kemampuan dalam memanajemen dan menkonsolidasikan antar data dalam basis data/ database. Oracle 10g merupakan DBMS yang mampu mengoptimalisasikan tugas-tugas dalam database, Oracle 10g di sini mengidentifikasikan dari teknologi grid computing. Fungsi dasar dari ASM adalah melakukan manajemen penyimpanan data pada storage dengan mendefinisikan storage berdasarkan grup-grup tertentu untuk mengurangi adanya redundansi data, khususnya ketika seorang DBA melakukan penyimpanan data. Real Aplication Cluster (RAC), merupakan komponen dari Oracle 10g yang senantiasa membantu penyederhanaan dan pengoptimasisasian dalam menajemen file database yang dilakukan oleh ASM. RAC dapat juga digunakan oleh sistem database untuk mendukung implementasi across multiple server.

clip_image004

Gambar 1. Configurasi ASM

Dengan adanya ASM, kita tidak perlu lebih ekstra dalam menyediakan sumber penyimpanan data dalam manajemen basisdata. Kecerdasan ASM’s memungkinkan pengunaan triple data protection, suatu teknologi yang memberikan 3 pilihan konfigurasi ASM dalam memanajemen basisdata, yaitu:

1.High

2.Normal

3.Eksternal

ASM berkerja di wilayah kluster sehingga memungkinkan penanganan instan ASM per kliendalam instan database. Untuk mengoptimalisasikan kemampuan dan manajemen, instan ASM dapat di installisasi diantara parameter ORACLE_HOME yaitu di ASM_HOME.ASM juga meningkatkan performa I/O, file database dapat didistribusikan silang antara device yang sedang aktif sehingga dapat mengembalikan keseimbangan dan menjaga kinerjadari database. Kemampuan ASM dalam meningkatkan kemampuan dalam memanajemen  basisdata dapat terlihat dari adanya duplikasi data sebagaimana backup data yang dilakukan dalam recovery. Untuk menyiapkan hardisk agar dapat dilakukannya konfigurasi ASM pada waktu instalisasi Oracle, khsusnya melalui OS Windows NT, setidaknya ada 2 point penting yang mesti diperhatikan, yaitu:

1. Investigasi kondisi space yang ada dalam hardisk .

2. Gunakan fasilitas partisi disk (DISKPART.EXE) .untuk membuat partisi dengan type primary dan size yang dibutuhkan Sebagai contoh

clip_image005

Gambar 2. Partisi type primary dan size

clip_image007

Gambar 3. List Volume

2. Manfaat Automatic Storage Management (ASM)

Automatic Storage Management (ASM) yang dimiliki oleh Oracle 10g ini dapat meningkatkan kemampuan dalam memanajemen dan menkonsolidasikan antar data dalam basis data/ database.

clip_image009

Fungsi dari Automatic Storage Management (ASM)

Melakukan manajemen penyimpanan data pada storage dengan mendefinisikan storage berdasarkan grup-grup tertentu untuk mengurangi adanya redundansi data, khususnya ketika seorang DBA melakukan penyimpanan data. Automatic Storage Management (ASM) menyediakan fungsionalitas sebagai berikut:

* Mengatur kelompok disk, disebut disk group.

* Mengelola disk redundansi dalam suatu disk group.

* Menyediakan dekat-optimal I / O menyeimbangkan tanpa tuning manual.

* Memungkinkan manajemen objek database tanpa menyebutkan mount point dan nama file.

* Mendukung file ukuran besar.

 

Semoga Bermanfaat.

SUMBER

http://www.scribd.com/doc/54030161/ASM

http://14i14.wordpress.com/category/dba/

 

Tag: , , , , , , , , ,

Struktur Tabel Tembez Keripik Tela Balado, Secara Akuntansi

Nah kali ini saya akan memposting tugas SIA (Sistem Informasi Akuntansi), Setelah mengadakan survey ke tempat usaha. kami ditugaskan untuk membuat laporan Analisis dan selanjutnya tahap design tabel. Postingan sebelumnya sudah membahas tentang Flowchart Dokument sistem yang ada pada usaha Keripik tersebut. setelah flowchart Dokument yaitu tabel Conteks Diagram dan DFD, Nah kali ini adalah Struktur Tabel yang meliputi Tabel Data yang ada dalam proses kegiatan.

Untuk Lebih jelasnya adalah sebagai berikut.

STRUKTUR TABEL

clip_image002

Keterangan :

Struktur Tabel yang terdapat di dalam proses produksi pada usaha Tembez Keripik Tela Balado terdapat tabel-tabel yang saling berhubungan. Yang terdapat nya terdapat field-field yang diperlukan unttuk Sistem Informasi yang dirancang. Tabel-Tebal tersebut mendukung dalam proses perhitungan akutansi yang akan dilakukan. Untuk Struktur Tabel yang dimiliki memiliki 11 Tabel.

1. Tabel User

Tabel user memiliki field-field ID_User, Nama_User, Alamat_User, Telp_User, Jabatan_User, field-field tersebut digunakan untuk memenuhi data yang ID_User sebagai primary key untuk relasi ke Table pembelian. Karena user akan menginputkan data pembelian.

2. Tabel Pembelian

Kode_Barang, Kode_Suplier, Tgl_Pembelian, Harga_Beli, Total_Pembelian, No_Nota_Pembelian, ID_User, pada tabel pembelian ini memiliki primery key Kode_Barang, yang direlasikan dengan tabel barang. Karena dalam proses pembelian yang dibeli adalah barang jadi direlasikan ke tabel barang.

3. Tabel Barang

Kode_Barang, Nama_Barang, Tgl_Pembelian, Harga_Jual, Stock_Barang. field-field yang terdapat dalam tabel barang yang Kode_Barang adalah sebagai primery key yang digunakan untuk menghubungkan dengan tabel penjualan. Barang yang yang sudah diolahlah dimaksudkan adalah produk yang dijual. Prosuk yang telah diolah dengan membedakan kode barangnya.

4. Tabel Penjualan,

ID_User, ID_Pelanggan, Kode_Barang, No_Nota_Pelanggan, Harga_Jual, Total_Penjualan, field-field yang terdapat didalam tabel penjualan akan direlasikan ke dalam tabel user. Karena user melakukan transaksi penjualan prosuk yang sudah diolah sehingga, dibutuhkan tabel user untuk hak acces untuk data penjualan.

5. Tabel Suplier

Kode_Suplier, Nama_Suplier, Alamat_Suplier, Kota_Suplier, Telepon_Suplier, data suplier yang ada digunakan untuk mencatat asal bararng baku yang didapat dan pencatatan pengeluaran biaya. Tabel suplier direlasikan ke tabel pembelian yang dimiliki Kode_Suplier sebagai priimery ker untuk relasinya.

6. Tabel Data Pelanggan

ID_Pelanggan, Nama_Pelanggan, Telp_Pelanggan, Alamat_Pelanggan. Tabel pelanggan memiliki field-field tersebut digunakan untuk pemasaran dan proses pencatatan pelanggan yang sudah membeli produk yang telah dibuat. Tabel pelanggan direlasikan ke tabel penjualan. Karena data penjualan diperlukan untuk mencatat data-data yang sudah dijual dan diperlukan laporan data pelanggan yang membeli produk tersebut. Sehingga diperlukan data pelanggan sebagai primery key tabel pelanggan yaitu ID_Pelanggan.

7. Tabel Akun

Pada Tabel Akun field-field yang terdapat adalah ID_Akun, Keterangan, Golongan, Posisi, berfungsi sebagai pengkodean untuk setiap transaki pembelian, penjualan maupun buku besar. Tabel aku di relasikan pada tabel jurnal. Karena jurnal yang dibuat akan memiliki transaksi, dan setiap transaki akan memiliki nomor akun sendiri.

8. Tebel Buku Besar

Nomor, Tanggl, Keterangan, Debet, Kredit field-field yang terdapat dalam tabel buku besar. Digunakan untuk melakukan proses pembuatan buku besar. Tebal buku besar direlasikan dengan tabel jurnal yang telah dibuat.

9. Tabel Jurnal

Field-field nya Nomor, Tanggal, Keterangan, Debet, Kredit digunakan untuk pembuatan laporan jurnal yang inputannya dati data pembelian dan penjualan barang dan produk.

10. Tabel Penerimaan Kas

No_Peneriamaan_Kas, Tanggal, Total_Biaya field field pada penerimaan kas dibuat untuk pencatatan penerimaan kas selama penerimaan biaya produksi dilakukan. Pemasukan-pemasukan hingga nota-nota penerimaan lainnya. Digunakan untuk proses pembuatan jurnal laporan.

11. Tabel Pengeluaran Kas

No_Peneriamaan_Kas, Tanggal, Total_Biaya field-field ini diperlukan untuk pencatatan pengeluaran yang dilakukan oleh pemilik menggunakan modal usaha, sehingga dapat diketahui modal atau biaya diluar produksi. Pengeluaran kas digunakan juga untuk bukti transaki pengeluaran kas lainnya.

 

ERD

 

 

image

Nah Tugas SIA kami sudah selesai tinggal nunggu Nilai …tugas tugas yng saya posting sudah direvisi tinggal pmebenaran pada tabel-table nya saha..

Untuk Laporan analisis tidak saya posting bagi yang ingin saja …hubungi saya saja klau ingin,,,
(gratis kok hehehe)

Semoga Postingan ini bermanfaat,,,,,,,Salam ..^_^

 
2 Komentar

Posted by pada 24 April 2012 in Umum

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

CONTEXT DIAGRAM Sistem Informasi Akuntansi Tembez Keripik Tela Balado

Melanjutkan program kerja yang sudah dibuat yaitu dokument Flowchart maka langkah selanjutnya membuat context diagram… seperti bagan berikut.

CONTEXT DIAGRAM

clip_image002

Keterangan :

Pembuatan context diagram dapat dilihat pada gambar di atas mewakili proses dari keseluruhan sistem. Dalam context diagram ini terdapat 2 bagian, yaitu pemilik dan akuntan. Context diagram pada bagian akuntan menggambarkan proses memasukkan data pengeluaran kas non usaha, data pemasukan kas non usaha, data pembelian, data penjualan, data akun, data barang, data supplier, data user, dan data pelanggan. Sedangkan context diagram pada bagian pemilik menggambarkan proses output menerima laporan keuangan dari Sistem Informasi Tembez Keripik Tela Balado.

DFD (DATA FLOW DIAGRAM)

clip_image004

Keterangan :

Dalam DFD Level 0 tersebut terdapat dua entity yaitu Akuntan dan Pemilik Usaha Tembez Keripik Tela Balado itu sendiri. Sedangkan proses-proses yang terdapat dalam DFD Level 0 diatas adalah pada bagian Akuntan yang bertugas untuk Proses Mengisi Data Akun, Proses Mengisi Data User, Proses Mengisi Data Suplier, Porses Mengisi Data Pembelian, Proses Mengisi Data Pelanggan, Proses Mengisi Data Penjualan, Proses Mengisi Data Barang, Proses Mengisi Data Pengeluaran Kas Non Usaha, Proses Mengisi Data Pemasukan Kas Non Usaha, Proses Pembuatan Jurnal, dan Proses Pembuatan Buku Besar.

Penjelasan mengenai proses-proses tersebut diatas adalah sebagai berikut :

1. Proses Mengisi Data Akun, Akuntan memberikan inputan berupa data-data akun yang kemudian disimpan dalam database Data Akun, dimana nantinya data akun ini akan digunakan dalam proses mengisi data jurnal.

2. Proses Mengisi Data User, Akuntan memberikan inputan berupa data-data user yang kemudian disimpan dalam suatu database yaitu database Data User.

3. Proses Mengisi Data Suplier, Akuntan memberikan inputan berupa data-data suplier yang kemudian disimpan dalam database Data Suplier.

4. Proses Mengisi Data Pembelian, Akuntan memberikan inputan berupa data-data pembelian yang kemudian disimpan dalam database Data Pembelian, dimana nantinya data pembelian ini akan digunakan dalam proses mengisi data jurnal.

5. Proses Mengisi Data Pelanggan, Akuntan memberikan inputan berupa data-data pelanggan, dimana data-data tersebut disimpan dalam suatu database yaitu database Data Pelanggan.

6. Proses Mengisi Data Penjualan, Akuntan memberikan inputan berupa data-data penjualan atau data-data transaksi yang telah terjadi yang kemudian disimpan dalam database Data Penjualan, dimana nantinya data penjualan ini akan digunakan dalam proses mengisi data jurnal.

7. Proses Mengisi Data Barang, Akuntan memberikan inputan berupa data-data barang, dimana data-data tersebut disimpan dalam suatu database yaitu database Data Barang.

8. Proses Mengisi Data Pengeluaran Kas Non Usaha, Akuntan memberikan inputan berupa data-data pengeluaran kas yang kemudian disimpan dalm database Data Kas, dimana nantinya data pengeluaran kas non usaha ini akan digunakan dalam proses mengisi data jurnal.

9. Proses Mengisi Data Pemasukan Kas Non Usaha, Akuntan memberikan suatu inputan yang berupa data-data pemasukan kas yang kemudian disimpan dalam database yang sama yaitu database Data Kas, dimana nantinya data pemasukan Kas Non Usaha ini akan digunakan dalam proses mengisi data jurnal.

10. Proses Pembuatan Jurnal, Akuntan memberikan inputan berupa data akun yang diambil dari database Data Akun dalam Proses Mengisi data Akun, data pembelian yang diambil dari database Data Pembelian dalam Proses Mengisi data Pembelian, data penjualan yang diambil dari database Data Penjualan dalam Proses Mengisi data Penjualan, dan data kas yang diambil dari database Data Kas dalam Proses Mengisi Data Pengeluaran Kas Non Usaha dan Pemasukan Kas Non Usaha. Kemudian data-data tersebut diolah menjadi sebuah jurnal yang disimpan dalam suatu database yaitu database Jurnal.

11. Proses Pembuatan Buku Besar, Akuntan menginputkan data jurnal yang telah disimpan di dalam database Jurnal untuk diproses menjadi buku besar dan menghasilkan output berupa laporan keuangan yang akan diberikan kepada pemilik.

Bersambung

 

Tag: , , ,

Dokument Flowchart Tembez Keripik Tela Balado

image

Keterangan :

SISTEM INFORMASI AKUTANS UNTUK USAHA TEMBEZ KERIPIK TELA BALADO.

Proses untuk Diagram Flowchart yang terdapat di dalam usaha Tembez Keripik Tela Balado memiliki sub bagian yang memilik tanggung jawab masing-masing. Yang setiap sub bagian akan saling bertanggung jawab dan saling terkait dengan sub bagian lainnya. Sub bagian tersebut meliputi Bagian Pembelian Barang, Kasir, Akuntan, Pemilik. Proses untuk setiap sub bagiannya adalah :

A. Bagian Pembelian Barang

1. Bagian pembelian barang yang memiliki nota pembelian dari suplier. Pembelian barang memiliki nota sebagai barang buktri transaksi pembelian bahan baku keripik tela.

B. Kasir

2. Pada sub bagian kasir memiliki tanggung jawab untuk input data penjualan produk. Penjualan yang sudah diproses sehingga perlu input data untuk kepeluan laporan rugi laba.

3. Data penjualan yang sudah diinput akan disimpan dalam proses kumputerisasi dalam bentuk database, yang dapat diolah dan diproses untuk langkah selanjutnya.

4. Data disimpan.

5. Data yang sudah disimpan diolah kembali oleh sub bagian Akuntan

C. Akuntan

6. Awal Akuntan akan memproses data pembelian bahan baku beserta data penjualan produk yang sudah di inputkan oleh sub bagian Pembelian Barang dan sub bagian Kasir.

7. Laporan yang di terima kan di inputkan dalam proses komputerisasi dan disimpan dalam bentuk database yang akan diolah kembali untuk langkah selanjutnya.

8. Setalah data pembelian dan penjualan di proses oleh sub bagian akuntasi selanjutnya adalah melakukan proses pembuatan jurnal.

9. Proses pengolahan pembelian dan penjualan yang dilakukan secara komputerisasi.

10. Penyimpanan data yang sudah di proses

11. Jurnal yang sudah di proses dan simpan dalam bentuk database.

12. Setelah pembuatan dan penyimpanan penjualan dan pembelian maka langkah selanjutnya pembuatan Jurnal. Prosesnya meliputi input data-data yang dibutuhkan dalam pembuatan Jurnal.

13. Proses pengolahan jurnal yang diinputkan secara komputerisasi

14. Data Jurnal yang sudah disimpan setelah proses pengerjaan.

D. Pemilik

15. Pemilik merupakan sub bagian yang bertugas untuk mengecek dan melihat laporan keuangan yang sudah dibuat oleh sub bagian Akuntan. Laporan yang dibuat berupa dokument berserta file yang terdapat dalam sistem informasi.

 
2 Komentar

Posted by pada 6 April 2012 in Sistem Informasi Akuntansi

 

Tag: , , ,

Sungguh Manusia Purba, Baru Menggunakan WLW.

Jam dindiding berdetak di kegelapan malam luar, menunjukkan Pukul 23:37. Mata belum juga menutup, terdengar suara tv tetanggan yang masih terdengar sayup-sayup acara tv acara ajang pemilihan bakat bernyanyi. Kruuuk… Kruuk uuh itu hanya suara perut yang belum diisi sejak jam 3 sore tadi. bersabarlah karena nanti akan mecari sesuatu di dalam kulkas..

Leptop masih menyala. kalau bisa protes mungkin marah-marah karena sejak jam 9 pagi menyala dengan setianya. yah setia untuk mengunduh suatu aplikasi. aplikasi yang lama dah didenar tapi tak dipakai karena ketidaktahuan alias purba >,<… hanya karena “WLW”, “Windows Live Writer” ooh jika tak ada hasil mengunduh jam 9 pagi sampai jam 7 malam…ku banting ajah nich leptop. (banting = Bisa di usir ma ibu ) hehe..

yah karena penasannya ma WLW jadi rela nyalain leptop selama itu…(padahal ada yang sampai semalam penuh). dan ini adalah postingan pertama setelah bersusah payah mengunduh, mengoprek, menginstal (itupun masih sulit mencari hasil installan dek mana WLW nya malah ketemunya MSN..) hikz..melas dahh….

Jaman apa yah aku ini kok aku baru pkek WLW buat blogku. hikz (minatnya juga sekarng hehe)

Malam-Malam sendiri bela-bela in ngerjakan tugas …semangat dah…buat masa depan..
dan Orang Tua Love You my Parent…….
wait me I will make you happy. InsyaAllah…. ^_^….

Salam Menulis…Jika Kata tak dapat Didengar Biarkan lah Tulisan Ini sampai kan Ceritaku….

 

2012-04-05 09.06.21

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 6 April 2012 in Umum

 

TUGAS GIS 2 – KOORDINAT

NAMA : Ika Nur Diantika
NIM : E3110358
GOL : B

MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

TUGAS 2

1. Koordinat adalah pernyataan geomatrik yang menetukan posisi satu titik dengan mengukur besar vektor terhadap satu Posisi Acuan yang telah didefinisikan. Posisi acuan dapat ditetapkan dengan asumsi atau ditetapkan dengan suatu kesepakatan matematis yang diakui secara universal dan baku. Jika penetapan titik acuan tersebut secara asumsi, maka sistim koordinat tersebut bersifat Lokal atau disebut Koordinat Lokal dan jika ditetapkan sebagai kesepakatan berdasar matematis maka koordinat itu disebut koordinat yang mempunyai sistim kesepakatan dasar matematisnya.

2. Dalam GIS ada 2 sistem koordinat yang biasa digunakan, yaitu
1. Koordinat Geografi.
Koordinat Geografi pada Proyeksi UTM mempunyai referensi Posisi Acuan dan arah yang sama yaitu Titik Pusat Proyeksi untuk posisi dan arah utara Grid di Meridian Pusat sebagai arah acuan. Permasalahan yang timbul adalah :
1. SATUAN (unit) . Besaran Pada Koordinat Geografi dinyatakan dalam besaran sudut (derajat), besaran pada Koordinat UTM dinyatakan besaran panjang (meter).
2. Bidang persamaan, pada Koordinat geografi dinyatakan sebagai permukaan Elipsoid, sedang bidang persamaan UTM merupakan bidang datar.

2. UTM (Universal Transverse Mercator).
Pada Proyeksi UTM, sistim koordinat yang digunakan adalah Orthmetrikl 2 Dimensi, dengan satuan mete,r kesepakatan posisi titik Acuan berada di pusat proyeksi yaitu perpotongan proyeksi garis Meridian Pusat pada Zone tertentu dengan lingkaran Equator dan di-definisikan sebagai :
N(orth) : 10,000,000 m
E(ast) : 500,000 m
Penentuan Zone: Zone ditentukan dengan :

Dimana :
Bujur = Bujur ditengah daerah Pemetaan
3º = Lebar 0.5 Zone
30 = Nomor Zone di Greenwich
Kesimpulan, Parameter Koordinat UTM terdiri dari komponen North/East dan informasi Zone. (Kontur bukan merupakan parameter koordinat.)
Pada Sistim Proyeksi Lokal, titik acuan dapat berupa Patok, Paku, Pojok Bangunan dll, dengan asumsi nilai X,Y sebarang, dengan arah Utara Grid sebarang. Koordinat ini dapat pula disebut Koordinat Relatip. Jika pada kemudian hari koordinat “Patok” tersebut dapat ditentukan hubungannya terhadap Sistem Koordinat Nasional, maka Sistim Koordinat dapat diubah menjadi Sistem Koordinat Baku. Proses ini disebut juga TRANSFORMASI.

Jadi hubungan antara Koordinat Geografi dan UTM adalah :

3. Datum Adalah Ada suatu ‘tugas’ yang diberikan Pak Lurah kepada dua kelompok orang, sebut saja Kelompok A dan Kelompok B untuk mengukur jarak dua tiang listrik di depan rumah Pak Lurah. Tiang listrik sebut berbentuk silinder sempurna (tidak seperti tiang listrik pada kenyataannya, ya namanya juga mengandai-andai) dan juga tegak lurus sempurna. Kelompok A mengukur jarak antar pangkal batang, tepat di atas tanah. Kelompok B mengukur di lain waktu pada jarak antar puncak tiap tiang listrik.

Gambar 1. Jarak dua tiang berbeda pada pangkal (A) dan puncak (B)
Dengan asumsi bahwa kedua kelompok tersebut mampu mengukur tanpa adanya kesalahan (manusia, alat, dsb), hasil pengukuran kedua kelompok tersebut akan berbeda. Penyebab perbedaan adalah perbedaan referensi waktu mengukur; kelompok A mengukur di pangkal tiang, sedangkan kelompok B di ujung tiang. Lho kok bisa berbeda? Jawabannya karena kedua tiang tegak lurus sempurna. Masih ingat bukan bahwa bumi ini relatif bulat. Jarak dua tiang di pangkal (permukaan tanah) pasti lebih pendek daripada jarak dua tiang di bagian ujung.
Pak Lurah yang ngeh geospasial cuma tersenyum. Kemudian beliau mengambil hasil perhitungan dari kelompok B dan mentransfer hasil perhitungan tersebut ke referensi dimana Kelompok A melakukan pengukuran jarak tiang listrik; yaitu tepat di atas permukaan tanah. Hasil perhitungan pun sama persis. Di sini lah perlu referensi pengukuran. Pak Lurah sudah memilih referensi pengukuran di pangkal tiang listrik. Pada kasus Pak Lurah tersebut, referensi (datum) diperlukan karena jarak tiang listrik di pangkal dan di ujung berbeda akibat melengkungnya permukaan bumi.
Untuk memperjelas mengapa jarak tiang di pangkal dan ujung berbeda, kiranya bisa kita lihat dari contoh lainnya berikut. Katakanlah jarak Jakarta – Banjarbaru adalah 950.000 m (kota dianggap satu titik, pengukuran persis). Jika ada dua helikopter sedang terbang helikopter 1 terbang di atas Jakarta dan helikopter 2 di atas Banjarbaru (persisi di atas kedua titik kota tersebut), jarak antara kedua helokopter tersebut tentu akan lebih besar dibandingkan dengan jarak Jakarta-Banjarbaru karena berada pada radius lebih luar dari bumi.
Pada area yang lebih luas, jika kita mendapat informasi bahwa Jarak Jakarta – New York adalah 16.186.139 m, kita tidak akan mempertanyakan apakah jarak tersebut melengkung mengikuti permukaan bumi atau lurus menerobos tengah-tengah bumi karena kita semua sudah menerima bahwa pasti jarak tersebut adalah melengkung mengikuti permukaan bumi.
Pertanyaan selanjutnya adalah melengkung mengikuti permukaan bumi itu bagaimana? Memang bagaimana sih bentuk bumi yang dipakai sebagai referensi pengukuran, termasuk yang digunakan oleh Pak Lurah untuk mengukur jarak dua tiang listrik.
Para ahli sudah mencoba membuat suatu replika bumi ke dalam persamaan-persamaan matematis yang dinilai mendekati permukaan bumi, contohnya [W:WGS84]. Ini lah yang disebut datum. Tujuan adanya datum adalah sebagai referensi pengukuran.
Kesepahaman tentang datum yang digunakan sangat berguna dalam pengukuran. Kesepakatan tentang datum ini kiranya dapat membuat Kelompok B melakukan pengukuran jarak tiang di pangkal tiang, bukan di ujung tiang. Atau kalau pun melakukan pengukuran di ujung tiang, hasil pengukuran ditransfer (seperti yang Pak Lurah lakukan) ke hasil pengukuran di pangkal tiang (di datum). Hal terakhir lah yang kita lakukan. Kita tidak tahu di mana itu datum, mungkin beberapa puluh meter di bawah permukaan tanah yang sedang kita ukur, yang penting hasil pengukuran kita kita sematkan ke seolah-olah pengukuran di bidang datum.

4. Jenis geodetik menurut metodenya :
 Datum horizontal adalah datum geodetik yang digunakan untuk pemetaan horizontal. Dengan teknologi yang semakin maju, sekarang muncul kecenderungan penggunaan datum horizontal geosentrik global sebagai penggganti datum lokal atau regional.

Jenis geodetik menurut metodenya :
 Datum vertikal adalah bidang referensi untuk sistem tinggi ortometris. Datum vertikal digunakan untuk merepresentasikan informasi ketinggian atau kedalaman. Biasanya bidang referensi yang digunakan untuk sistem tinggi ortometris adalah geoid.

Jenis datum geodetik menurut luas areanya :
 Datum lokal adalah datum geodesi yang paling sesuai dengan bentuk geoid pada daerah yang tidak terlalu luas. Contoh datum lokal di Indonesia antara lain : datum Genoek, datum Monconglowe, DI 74 (Datum Indonesia 1974), dan DGN 95 (Datum Geodetik Indonesia 1995).

Datum regional adalah datum geodesi yang Menggunakan ellipsoid referensi yang bentuknya paling sesuai dengan bentuk permukaan geoid untuk area yang relatif lebih luas dari datum lokal. Datum regional biasanya digunakan bersama oleh negara yang berdekatan hingga negara yang terletak dalam satu benua. Contoh datum regional antara lain : datum indian dan datum NAD (North‐American Datum) 1983 yang merupakan datum untuk negara‐negara yang terletak di benua Amerika bagian utara, Eurepean Datum 1989, dan Australian Geodetic Datum 1998

5. Proyeksi adalah suatu cara dalam usaha menyajikan dari suatu bentuk yang mempunyai dimensi tertentu ke dimensi lainnya. Dalam hal ini adalah dari bentuk matematis bumi (Elipsoid atau Elip 3 dimensi) ke bidang 2 dimensi berupa bidang datar (kertas). Proyeksi peta tidak lain adalah teknik memindahkan bidang lengkung permukaan bumi ke bidang datar yang berupa peta.
Tujuan pokok suatu proyeksi peta adalah menggambarkan bentuk bola bumi/globe ke bidang datar yang disebut peta dengan distorsi sekecil mungkin. Seperti telah dijelaskan di bagian depan, untuk mencapai ketiga syarat ideal suatu proyeksi adalah hal yang tidak mungkin, dan untuk mencapai suatu syarat saja untuk menggambarkan seluruh muka bumi juga merupakan hal yang tidak mungkin. Yang mungkin dipenuhi ialah salah satu syarat saja dan itupun hanya untuk sebagian dari permukaan bumi. Suatu kompromi atau jalan tengah antara syarat-syarat di atas bisa diambil, guna memungkinkan membuat kerangka peta yang meliputi wilayah yang lebih luas.

Macam – Macam Bidang Proyeksi Peta

6. Macam – Macam proyeksi peta
Proyeksi peta dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Menurut Bidang Proyeksinya
1. Proyeksi Azimuthal/zenithal/planar bila bidang proyeksinya berupa bidangdatar.
2. Proyeksi silinder bila bidang proyeksinya berupa silinder atau tabung.
3. Proyeksi kerucut bila bidang proyeksinya berupa kerucut atau cone.

b. Menurut Posisi Bidang Proyeksinya Terhadap Bola Bumi
1. Proyeksi tegak atau normal, jika garis karakteristik bidang proyeksi berimpitdengan sumbu bola bumi.
2. Proyeksi melintang atau transversal atau equatorial, bila garis karakteristik bidang proyeksi berpotongan tegak lurus dengan umbu bola bumi.
3. Proyeksi oblique atau miring, bila garis karakteristik bidang proyeksinya membentuk sudut lancip dengan sumbu bola bumi.

c. Menurut Sifat Distorsinya
1. Proyeksi ekuidistan, bila jarak di permukaan bumi sama dengan jarak di peta menurut skalanya.
2. Proyeksi konform, bila sudut/bentuk di permukaan bumi sama dengan bentuk di peta.
3. Proyeksi ekuivalen, bila luas di permukaan bumi sama dengan luas di peta setelah diskalakan.

d. Menurut Posisi Pusat Proyeksi
1. Proyeksi Gnomonis, bila pusat bola bumi merupakan pusat sumber proyeksi.
2. Proyeksi Stereografis, bila pusat sumber proyeksi terletak pada titik di permukaan bumi.
Proyeksi Ortografis, bila pusat sumber proyeksi berasal atau terletak di tempat yang sangat jauh tidak terhingga sehingga garis-garis proyeksi dianggap sejajar.

SUMBER :

http://geografiuntukmu.blogspot.com/2011/04/proyeksi-peta.html

http://gis-indonesia.blogspot.com/2011/05/sistem-proyeksi-koordinat-utm-universal.html

http://www.raharjo.org/rsgis/apa-itu-datum.html

http://ariyanto.staff.uns.ac.id/files/2010/05/2-indraja.pdf

 

Tag: , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.